English French German Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 17 Juni 2010

PENGANTAR ANALISIS FUNDAMENTAL


Banyak pedagang di pasar perdagangan Forex Forex menggunakan teknik analisa fundamental untuk memprediksi tren ekonomi jangka panjang yang akan mempengaruhi pasangan mata uang dan percaya bahwa itu bukanlah sebuah teknik yang sesuai dengan jangka pendek Forex pedagang.

Namun, Forex trading profesional yang berdedikasi terus up-to-date pada data yang digunakan untuk memprediksi tren jangka panjang juga dapat dengan mudah menjadi mahir bercak "mini-tren" yang menjadi jelas ketika data yang dikumpulkan dianalisis.

Analisis fundamental mengacu pada kondisi politik dan ekonomi yang dapat mempengaruhi harga mata uang. Forex pedagang menggunakan analisa fundamental bergantung pada laporan berita untuk mengumpulkan informasi ab

Penggunaan analisis fundamental dalam trading Forex mengharuskan Anda untuk menganalisis indikator ekonomi seperti Tingkat Inflasi, Tingkat Pengangguran, Suku Bunga, Produk Nasional Bruto (GNP), Penjualan Eceran, Indeks Harga Konsumen (CPI), Non-Farm Payroll, dan penjualan Barang Tahan lama.

Harga mata uang di FOREX dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi. Dua faktor ekonomi yang paling penting yang mempengaruhi penawaran dan permintaan adalah tingkat suku bunga dan kekuatan ekonomi. Kekuatan ekonomi dipengaruhi oleh Produk Domestik Bruto (PDB), investasi asing dan neraca perdagangan.


Indikator Ekonomi

Indikator ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan sumber akademik. Mereka adalah tindakan yang dapat diandalkan kesehatan ekonomi dan diikuti oleh semua sektor pasar investasi. Indikator biasanya dirilis setiap bulan tetapi beberapa yang dirilis mingguan.

Dua indikator dasar yang paling penting adalah suku bunga dan perdagangan internasional. indikator lainnya adalah Indeks Harga Konsumen (CPI), Barang Tahan lama Orders, Indeks Harga Produsen (PPI), Purchasing Manager's Index (PMI), dan penjualan ritel.

Suku Bunga - dapat memiliki sebuah efek penguatan atau pelemahan pada mata uang tertentu. Di satu sisi, tingkat bunga yang tinggi menarik investasi asing yang akan memperkuat mata uang lokal. Di sisi lain, investor pasar saham sering bereaksi terhadap kenaikan suku bunga dengan menjual kepemilikan mereka dengan keyakinan bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi akan berdampak buruk bagi banyak perusahaan. Saham investor dapat menjual kepemilikan mereka menyebabkan penurunan di pasar saham dan perekonomian nasional.

Menentukan mana dari kedua efek akan mendominasi tergantung pada banyak faktor yang kompleks, tapi biasanya ada konsensus di antara pengamat ekonomi tentang bagaimana perubahan suku bunga tertentu akan mempengaruhi ekonomi dan harga mata uang.

Perdagangan Internasional - Perdagangan keseimbangan yang menunjukkan defisit (impor lebih dari ekspor) biasanya merupakan indikator yang kurang baik. Defisit perdagangan saldo berarti bahwa uang mengalir ke luar negeri untuk membeli barang-barang asing-dibuat dan ini mungkin memiliki dampak devaluasi pada mata uang. Biasanya, Namun, ekspektasi pasar mendikte apakah defisit adalah neraca perdagangan yang tidak menguntungkan atau tidak. Jika county biasanya beroperasi dengan neraca perdagangan defisit ini telah diperhitungkan dalam harga mata uangnya. Perdagangan defisit hanya akan mempengaruhi harga mata uang ketika mereka lebih dari ekspektasi pasar.

Ada 28 indikator utama yang digunakan di Amerika Serikat. Indikator memiliki efek yang kuat di pasar keuangan sehingga Forex pedagang harus menyadari mereka ketika mempersiapkan strategi.

Dari tingkat pengangguran, kebijakan ekonomi, inflasi, dan tingkat pertumbuhan.


Share/Bookmark

Rabu, 09 Juni 2010

ANALISA FUNDAMENTAL, APA ITU???


APA ITU ANALISA FUNDAMENTAL?

Analisa Fundamental adalah metode analisis yang menggunakan data ekonomi, seperti data produksi, konsumsi dan pendapatan rumah tangga masing-masing negara untuk meramalkan pergerakan harga.

FAKTOR DALAM ANALISIS FUNDAMENTAL

Setiap berita yang baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan ekonomi dapat merupakan suatu faktor fundamental yang penting untuk dicermati. Berita-berita tersebut dapat berupa berita yang menyangkut perubahan ekonomi, perubahan tingkat suku bunga, pemilihan presiden, bencana alam dan lain-lain. Faktor-faktor fundamental yang sifatnya luas dan kompleks tersebut dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori besar, yaitu :

FAKTOR EKONOMI

Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi fundamental perekonomian suatu negara, indikator ekonomi adalah salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan bagian penting dari keseluruhan faktor fundamental itu sendiri. Seiring dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan tekhnologi, untuk mendapatkan sumber informasi terkini, seorang trader juga sering menggunakan informasi yang berasal dari monitor komputer, misalnya melaui Dow Jones Telerate, Reuters, Knight Rider maupun Bloomberg. Indikator-indikator ekonomi yang sering digunakan dalam Analisis Fundamental, yaitu :

1. Gross Domestic Product
Gross Domestic Product adalah penjumlahan seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara baik oleh perusahaan dalam negeri maupun oleh perusahaan asing yang beroperasi di dalam negara tersebut pada suatu waktu / periode tertentu.

2. Inflasi
Seorang Trader akan selalu memperhatikan dengan seksama perkembangan tingkat inflasi. Salah satu cara pemerintah dalam menanggulangi inflasi adalah dengan melakukan kebijakan menaikkan tingkat suku bunga . Kebijakan peningkatan tingkat suku bunga ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar dan mengendalikan tingkat inflasi. Penggunaan tingkat inflasi sebagai salah satu indikator fundamental ekonomi adalah untuk mencerminkan tingkat GDP dan GNP ke dalam nilai sebenarnya. Nilai GDP dan GNP ini merupakan indikator sangat penting bagi seorang Trader dalam membandingkan peluang dan resiko investasinya di mancanegara. Umumnya seorang Trader akan menggunakan indikator-indikator inflasi sebagai berikut :

a) Producer Price Index (PPI) PPI adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga yang diterima oleh produsen domestik untuk setiap output yang dihasilkan dalam setiap tingkat proses produksi. Data PPI dikumpulkan dari berbagai sektor ekonomi terutama dari sektor manufaktur, pertambangan dan pertanian.

b) Consumer Price Index (CPI) CPI digunakan untuk mengukur rata-rata perubahan harga eceran dan sekelompok barang dan jasa tertentu. Kedua indeks tersebut, CPI dan PPI, digunakan oleh seorang Trader sebagai indikator untuk mengukur tingkat inflasi yang terjadi. Seorang Trader tidak dapat berharap bahwa Bank Sentral akan menaikkan tingkat suku bunga setiap salah satu indikator memberikan sinyal kuat tentang adanya inflasi maupun menurunkan suku bunga untuk keadaan sebaliknya. Contoh : dampak Perang Teluk (1991) adalah naiknya harga minyak bumi dan ini membuat indeks CPI di Amerika Serikat juga naik. Namun karena peningkatan indeks CPI itu tidak berlangsung lama, maka Bank Sentral Amerika Serikat tidak mengambil tindakan apa pun.

3. Balance of Payment
Balance of Payment adalah suatu neraca yang terdiri dari keseluruhan aktivitas transaksi perekonomian internasional suatu negara, baik yang bersifat komersial maupun finansial, dengan negara lain pada suatu periode tertentu. Balance of Payment ini mencerminkan seluruh transaksi antara penduduk, pemerintah dan pengusaha dalam negeri dan pihak luar negeri, seperti transaksi ekspor dan impor, investasi portofolio, transaksi antar Bank Sentral dan lain-lain. Indikator umum yang sering digunakan adalah neraca perdagangan / current account. Faktor lain yang mempengaruhi neraca pembayaran adalah adanya aliran investasi asing yang masuk ke dalam negeri dalam bentuk Foreign Direct Investment maupun Portofolio Investment . Contoh : surplus neraca perdagangan Jepang terhadap Amerika Serikat pada tahun 1998 memberikan gambaran / indikasi yang jelas terhadap meningkatnya volume permintaan Yen dalam aktifitas perdagangan. Akibatnya nilai tukar Yen terhadap Dollar AS menguat.

4. Employment
Employment adalah suatu indikator yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi riil berbagai sektor ekonomi. Indikator mengenai tingkat kesempatan kerja ini dapat dijadikan sebagai alat untuk menganalisis sehat / tidaknya perekonomian suatu negara. Apabila perekonomian berada dalam keadaan full capacity / kapasitas penuh maka akan tercapai full employment . Jika keadaan sebaliknya, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Tingkat employment adalah indikator ekonomi yang sangat penting bagi pasar keuangan pada umumnya dan pasar valuta asing khususnya.

FAKTOR POLITIK

Faktor Politik, sebagai salah satu indikator untuk memprediksi pergerakan nilai tukar, sangat sulit untuk diketahui timing / waktu terjadinya secara pasti dan untuk ditentukan dampaknya terhadap fluktuasi nilai tukar. Ada kalanya suatu perkembangan politik berdampak pada pergerakan nilai tukar, namun ada kalanya tidak membawa dampak apapun terhadap pergerakan nilai tukar. Contoh : gejolak politik yang terjadi di Indonesia pada pasca pergantian kepemimpinan nasional dari masa pemerintah Orde Baru (1966 ? 1998) sampai ke Orde Reformasi menimbulkan gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS yang sangat signifikan. Namun ada kalanya isu politik tidak mempengaruhi fluktuasi nilai tukar, seperti dalam kasus Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan Monica Lewinsky pada tahun 1998 yang tidak serta merta membawa dampak terhadap perubahan nilai tukar Dollar AS.

FAKTOR KEUANGAN MONETER

Peranan Faktor Keuangan sangat penting dalam melakukan Analisis Fundamental. Adanya perubahan dalam kebijaksanaan moneter dan fiskal yang diterapkan oleh pemerintah, terutama dalam hal kebijakan yang menyangkut perubahan tingkat suku bunga, akan membawa dampak signifikan terhadap perubahan dalam fundamental ekonomi. Perubahan kebijakan ini juga akan mempengaruhi nilai tukar mata uang. Para pengamat pasar valuta asing menyatakan bahwa tingkat suku bunga adalah penentu utama nilai tukar suatu mata uang, selain indikator keuangan lainnya, seperti jumlah uang yang beredar. Aturan umum mengenai kebijakan tingkat suku bunga ini adalah semakin tinggi tingkat suku bunga semakin kuat nilai tukar suatu mata uang.Tingkat suku bunga disini dimaksudkan adalah tingkat suku bunga riil bukan yang nominal. Seorang Trader akan bereaksi terhadap perubahan selisih tingkat suku bunga, bukan pada perubahan tingkat suku bunga secara individual.

FAKTOR EKSTERNAL

Faktor Eksternal dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap nilai tukar suatu negara. Perubahan ekonomi yang terjadi dalam suatu negara dapat membawa dampak regional bagi perekonomian negara-negara lain yang terdapat dalam kawasan yang sama. Dalam era alokasi global asset , arus portofolio modal tidak lagi mengenal batas-batas wilayah negara. Para Fund Manager , Investor dan Hedge Fund yang melakukan investasi secara global, sangat mencermati perubahan ekonomi, bukan hanya dalam lingkup satu negara, melainkan juga meluas hingga ke dalam lingkup satu kawasan / regional tertentu.


Share/Bookmark

DAFTAR ARTIKEL

LANGGANAN ARTIKEL

Masukan alamat email anda di sini untuk berlangganan artikel:

Delivered by FeedBurner

 

INFO HARVEST INTERNATIONAL FUTURES Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha